|
Pekerjaan Berat Menanti Dilantiknya Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH, sebagai Menteri
Kesehatan RI dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, memberikan
harapan baru dalam agenda penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.
Setidaknya, manakala melihat pengalaman dan keterlibatannya dalam
program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. selengkapnya Kita Bangsa yang Abai atau Pelupa? Tragedi gempa bumi yang terus menerus mendera bangsa ini, ternyata tidak memberikan kesadaran untuk melakukan pembelajaran dalam penanganannya. Meskipun Obama, Presiden Amerika cukup teranga-terangan mengatakan bangsa ini bangsa yang kuat, tetapi tidak kuat dalam soal ingatan. selengkapnya Mempertanyakan Kepahlawan Kartini Raden Adjeng Kartini, sosok perempuan ningrat asal Jepara, dinobatkan sebagai pahlawan nasional karena jasanya memberikan inspirasi bagi kemajuan hak-hak perempuan di Indonesia. Tetapi, penganugerahannya sampai kini banyak dipersoalkan, karena kontradiksi yang melekat dalam kehidupannya. selengkapnya Kebudayaan Sektor yang Dilupakan Beberapa waktu terakhir, kita membaca
teriakan komunitas Gay di Purwokerto mengenai pelarangan pentas
kesenian tradisional 'Lengger” oleh Bupati Purwokerto. Respons
menarik yang kita bisa baca, pernyataan ruang kesenian tidak menjadi
perhatian utama dalam penanggulangan HIV dan AIDS yang dikembangkan
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Pasalnya, ruang
kebudayaan, hanya berguna untuk melakukan penghapusan stigma dan
diskriminasi. Pernyataan ini menjadi penting dipersoalkan, tidak
saja, karena dilontarkan Nadiar, yang memiliki posisi berpengaruh
dalam pengembangan agenda penanggulangan HIV dan AIDS. Lebih dari
itu, pandangan seperti ini, sedang menunjukkan, sekali lagi,
penanggulangan HIV dan AIDS di negeri ini, masih dalam ruang medis
belaka. selengkapnya Kita Mendukung Gerakan Pilih Perempuan Dua hari lagi, kemenangan para caleg perempuan akan ditentukan, 9
April 2009. Wacana keterwakilan perempuan akan diuji kembali. Hanya
saja, penilaian bagi keberhasilan gerakan perempuan Indonesia menjadi
lebih berat tantangannya. Deklarasi secara terbuka oleh berbagai elemen
gerakan hak-hak perempuan untuk dukung dan pilih calon legislatif
perempuan, sebagai titik uji ini. Sebuah pertaruhan politik, karena
kesemuanya akan menjadi alat penakar, seberapa besar sesungguhnya,
seruan pilih calon legislatif perempuan ini didengar, oleh kaum
perempuan itu sendiri, yang dalam klaimnya sebagai suara lebih banyak
ketimbang laki-laki maupun oleh laki-laki. selengkapnya Menolak Beasiswa Industri Rokok Konsistensi, bukanlah sikap yang mudah
untuk sungguh-sungguh ditegakkan. Kita patut acung jempol terhadap
kebijakan yang diambil Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro, Semarang. Fakultas ini menolak semua dana bantuan atau
sumbangan dari industri rokok, untuk beasiswa mahasiswa, dosen dan
untuk sponsor semua kegiatan di kampus itu. Tinuk Istiarti, Dekan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, sebagaimana
direlease Koran Tempo (28/3), mulai tahun ajaran 2009, menolak semua
sumbangan yang diberikan pabrik rokok. selengkapnya Panti Rehabilitasi untuk Terpidana Pengguna Narkoba Ada sedikit menggembirakan dan bisa
dipandang sebagai kemajuan terhadap respon pidana yang dijatuhkan
kepada para pengguna narkoba. Sebagaimana dirilis, detiknews (20/3),
Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada
para hakim, setelah menjatuhkan vonis kepada pengguna narkoba, mereka
sebaiknya ditempatkan di panti rehabilitasi. . Mereka sebaiknya
setelah mendapat vonis, ditempatkan di panti rehabilitasi. selengkapnya Hari Ini Kampanye Dimulai Kampanye massal atau rapat-rapat umum
partai politik peserta Pemilu 2009 akan dimulai. Pertunjukkan
kekuatan-kekuatan para pendukung partai politik akan kita saksikan.
Kerusuhan-kerusuhan, perkelahian antar simpatisan partai politik,
kemungkinan terjadinya pelecehan seksual terhadap perempuan di ruang
publik, membayangi benak kita. selengkapnya Memastikan Relasi Politik Gerakan Perempuan Momentum Hari Perempuan Internasional
2009, dijadikan pijak bergerak bagi aktivis gerakan perempuan di
Indonesia untuk melakukan dukungan secara massal terhadap proses
pencalonan perempuan menjadi anggota parlemen dalam Pemilihan Umum
2009 mendatang. Tentu saja ini menarik untuk diikuti, karena
menunjukkan babak baru dukungan organisasi masyarakat sipil di
Indonesia dalam proses politik secara langsung. Sebuah sikap yang
selama ini cukup sulit diambil karena hitung-hitungan politik yang
rumit berkait dengan pertaruhan nama lembaga dan catatan-catatan
jejak organisasi secara politis. selengkapnya Faisal Basri Perlu Diluruskan Faisal Basri, ekonom kondang itu,
mendukung Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, terkait dengan gagasannya
tentang penghapusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg
PP). Sebagaimana dikutip DetikNews (27/2). Fasisal Basri,
memperkirakan, jika kementerian ini tidak dihapus, dalam 20 tahun ke
depan perceraian akan naik 20 kali lipat, anak-anak single parent akan naik 40 kali lipat, dan anak-anak tanpa ayah akan naik 10
kali lipat. selengkapnya
|