PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Kamis, 9 Sep 2010
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
http://swaranusa.net
Editorial
2
2

20 Apr 2009

Mempertanyakan Kepahlawan Kartini

Raden Adjeng Kartini, sosok perempuan ningrat asal Jepara, dinobatkan sebagai pahlawan nasional karena jasanya memberikan inspirasi bagi kemajuan hak-hak perempuan di Indonesia. Tetapi, penganugerahannya sampai kini banyak dipersoalkan, karena kontradiksi yang melekat dalam kehidupannya.

Gugatan paling mendasar, Kartini sesungguhnya tidak pernah melakukan karya nyata dalam pemajuan perempuan Indonesia. Semuanya, hanyalah merupakan cetusan-cetusan pikiran, pemberontakan-pemberontakan gagasan, yang dituangkan dalam bentuk korespondensi yang intens. Kenapa tidak Dewi Sartika dari Jawa Barat, yang memiliki karya nyata, dengan mendirikan belasan sekolah gadis ketika itu? Atau nama-nama lain, yang bisa kita perturutkan satu per satu, untuk menguji kembali keberhakkan menyandang gelar kepahlawanan.

Dalam catatan-catatan yang ada, hampir bisa disimpulkan Kartini, sosok ningrat yang hidup dalam tradisi patriarkhi tak tersentuh, menjadi perempuan yang anti terhadap poligami. Pemberontakan terhadap sistem patriarkhi ini, kemudian menjadi mentah begitu saja, manakala dirinya, kemudian harus menghadapi kenyataan menjadi istri ke-empat dari suaminya.

Lalu, apa yang diandalkan dari Kartini bagi nilai-nilai kepahlawanannya? Kita mungkin tidak terlalu bisa menemukan makna penting dari apa yang telah dilakukan Kartini bagi perempuan Indonesia. Karenanya, memang menjadi tidak relevan untuk mempersoalkan Kartini, kepahlawannya dari sisi karya nyata yang dilakukannya bagi pembebasan perempuan dari keterbelengguannya.

Kartini, harus didudukkan pada porsinya, sebagai simbol. Semangat dan gugatan-gugatan yang muncul dalam benak Kartini, merupakan inspirasi untuk menumbuhkan semangat perlawanan terhadap situasi yang membelenggunya. Lain tidak.

Persoalannya kemudian, yang penting dipertanyakan, seberapa kuatnya, pemilik gagasan-gagasan yang memberontak itu berhak menyandang gelar kepahlawanan? Ini bukan perkara pragmatis, dengan mendapatkan gelar pahlawan lantas memberikan keuntungan material dan sosial, melainkan menjadi titik balik bagi kritisisme terhadap pemberian gelar terhadap seseorang, warga negara, yang dianggap memiliki jasa yang lebih dibandingkan dengan seseorang, warga negara yang lain.

Inilah pertanyaan yang masih harus dijawab. Kita tidak hendak menduga, penganugerahan kepahlawan juga sudah dicampuri dengan intrik-intrik politis. Kita tidak juga sedang menduga, penganugerahan Kartini, merupakan trik politik yang dimainkan oleh pemegang kekuasaan ketika itu. Kita sedang menyoal, manakala kepahlawan dianugerahkan dengan keinginan politis, sesungguhnya kita sedang melekaukan pembohongan terhadap generasi bangsa ini. Itu saja.***

[Administrator Web]

2
Arsip Editorial
2
News Flash

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

Training Jurnalistik PKBI Cabang Bantul

Pada tanggal 10 Januari 2009, PKBI Cabang Bantul akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para pengelola Koran Desa sebagai salah satu media komunikasi kesehatan reproduksi dan seskual, dan menumbuhkan solidaritas gerakan sosial. Menurut Yanuar, Direktur Pelaksana Cabang PKBI Cabang Bantul, kegiatan ini selain sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas relawan, juga memiliki nilai strategis, karena efektif sebagai media pembelajaran bagi warga desa dalam menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka. "Pelatihan akan dipandu langsung oleh Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY," kata Yanuar

Workshop Ahli Pengembangan Training Center

Tanggal 10 Juni 2008, akan dilaksanakan Workshop Ahli Pengembangan Training Center PKBI DIY. Akan hadir dalam workshop ini para pakar pelatihan dan akademisi, seperti Roem Topatimasang, Lies Marcoes, Rondang Pasaribu dan Drs. Asri. Dengan hadirnya para pakar ini, diharapkan, akan bisa menghasilkan rumusan konsep pengembangan Training Center PKBI DIY. Menurut Mashooroel, Koordinator Program Pengembangan Media dan Pelatihan (PMP), melalui Training Center, PKBI akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai problem kesehatan reproduski dan seksual [hiv dan aids], yang nantinya akan mampu mendorong perubahan strategi pada level pelaksanaan program

http://.

http://.

http://.

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info