PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Kamis, 9 Sep 2010
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
http://swaranusa.net
Berita
2
2

06 Dec 2009

Belajar Pengembangan Cabang, PKBI Jawa Timur Ke Yogyakarta

Cabang merupakan indikator kapasitas PKBI di tingkat Daerah. Manakala Cabang tidak berjalan, menunjukkan belum maksimalnya PKBI Daerah dalam mengembangkan pilar utama Perkumpulan. Cabanglah yang memiliki suara dalam pemilihan Ketua PHN dalam Munas tahun 2010 nanti.

Demikian antara lain, yang disampaikan Dra. H.Budi Wahyuni, MM, MA, Ketua Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, saat menerima kunjungan PKBI Cabang se Jawa Timur, di Ruang Pertemuan PKBI DIY, Badran, Sabtu (05/12). Selain Budi Wahyuni, hadir pula dari jajaran PHD, Justina Satiti, Ina, Denti dan Dheo.

Menurut Budi Wahyuni, pengembangan Cabang di Yogyakarta memang menunjukkan kemajuan yang signifikan. Saat ini, semua Cabang sudah memiliki Direktur Pelaksana Cabang. Pengangkatan Dirpelcab, merupakan upaya pemisahan wilayah-wilayah pengambil kebijakan dengan wilayah pelaksana program. "Ruangnya menjadi jelas," katanya.

Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah (Dirpelda) PKBI DIY, yang juga turut menerima kunjungan itu, menceritakan secara detail bagaimana strategi pengembangan Cabang yang dilakukan di Yogyakarta. Semuanya dilakukan secara sederhana, misalnya, dengan mengembangkan klinik keliling di setiap Cabang, dengan durasi selapanan (35 hari sekali). "Di Yogyakarta ada lima Cabang, jadi gilirannya, pas itu," katanya.

Setelah dilakukan klinik keliling, PKBI Cabang semakin dikenal kembali oleh masyarakat. Mereka kemudian memiliki modal sosial untuk berbicara dengan stakeholder pada level kabupaten/kota. Para Dirpelcab mulai bisa melakukan kritik, karena secara faktual mereka melakukan aksi. "Bahasa gaulnya, ya, tidak OMDO, omong doang," kata Mukhotib MD.

Tidak lama kebijakan ini diambil, Cabang mulai melakukan pendampingan sekolah. Difasilitasi PKBI Daerah, Cabang merekrut para relawan di tingkat Cabang, dan masuk ke sekolah-sekolah, merekrut peer educator di setiap sekolah. "Sekarang di setiap Cabang sudah mengembangkan Youth Forum masing-masing," katanya.

Saat ini, Cabang sudah mengelola berbagai program yang didukung oleh lembaga donor internaional. Mereka melakukan pengorganisasian komunitas di desa untuk program kesehatan reproduksi, HIV dan AIDS, Jender dan HAM. Menurut Mukhotib MD, perkembangan ini sangat menggembirakan. "Di Kulonprogo dan Bantul, kumintas pasangan usia subur dan remaja sudah membuat video komunitas sebagai alat advokasi mereka," katanya.

Menanggapi diskusi yang ada, PHC dari Lamongan mengatakan ternyata memang benar, sama seperti yang sudah didengar selama ini tentang pengembangan Cabang di Yogyakarta. "Dari kata-kata yang diucapkan dalam menceritakan proses pengembangan Cabang memang benar-benar dilakukan," katanya.***

[Administrator Web]

2
Arsip Berita
2
News Flash

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

Training Jurnalistik PKBI Cabang Bantul

Pada tanggal 10 Januari 2009, PKBI Cabang Bantul akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para pengelola Koran Desa sebagai salah satu media komunikasi kesehatan reproduksi dan seskual, dan menumbuhkan solidaritas gerakan sosial. Menurut Yanuar, Direktur Pelaksana Cabang PKBI Cabang Bantul, kegiatan ini selain sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas relawan, juga memiliki nilai strategis, karena efektif sebagai media pembelajaran bagi warga desa dalam menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka. "Pelatihan akan dipandu langsung oleh Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY," kata Yanuar

Workshop Ahli Pengembangan Training Center

Tanggal 10 Juni 2008, akan dilaksanakan Workshop Ahli Pengembangan Training Center PKBI DIY. Akan hadir dalam workshop ini para pakar pelatihan dan akademisi, seperti Roem Topatimasang, Lies Marcoes, Rondang Pasaribu dan Drs. Asri. Dengan hadirnya para pakar ini, diharapkan, akan bisa menghasilkan rumusan konsep pengembangan Training Center PKBI DIY. Menurut Mashooroel, Koordinator Program Pengembangan Media dan Pelatihan (PMP), melalui Training Center, PKBI akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai problem kesehatan reproduski dan seksual [hiv dan aids], yang nantinya akan mampu mendorong perubahan strategi pada level pelaksanaan program

http://.

http://.

http://.

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info