PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Kamis, 9 Sep 2010
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
http://swaranusa.net
Essay
2
2

03 Oct 2009

Abrosi dalam Bingkai Jurnalisme Legal-Formal

Bertahun sudah saya membaca Tempo. Bahkan, ketika saya mengikuti tes calon reporter majalah kampus di Yogyakarta, dan ditanya majalah apa yang paling sering dibaca, saya menjawab Tempo. Tetapi saya benar-benar merasakan bagaimana jargon Tempo, 'enak dibaca', baru kali ini, saat membaca tulisan rubrik investigasi (Edisi 11-17 Mei 2009). Sebuah laporan mengenai aborsi, prosesi yang begitu sulit untuk diambil keputusannya, tetapi begitu enak diceritakan. Begitu nyaman. Bisa dibaca sambil bergelak tawa, di sela-sela minum kopi dan disambi menonton televisi.

Besutan bahasa yang memang benar-benar enak itu, telah mampu mengaburkan bagaimana keputusan meski diambil untuk menghadapi persoalan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Celakanya, seluruh besutan itu, dibingkai dengan pelabelan serius, 'bisnis'. Menjadi tidak mengherankan, hasil wawancara dengan perempuan yang menggunakan jasa layanan aborsi pun, keseluruhannya tetap dalam bingkai proses dagang.

Saya tidak menemukan barang sebarispun kalimat yang mencoba menggambarkan bagaimana sisi psikologis perempuan yang akhirnya memilih mengakhiri KTD yang dialaminya. Investigasi ini benar-benar sepi dari kesaksian psikologis. Kesunyian ini, jelas berakar dari nalar yang membingkai gagasan penulisannya.

Lalu, jargon Tempo itu tidak cukup diakhiri dengan lanjutannya saja, 'dan perlu'. Melainkan, masih harus ditambahkan dengan 'tidak' di depan kata 'perlu'. Soalnya, selain cara pandang 'dagang' yang memandu keseluruhan laporan investigasi ini, mengutip perspektif jurnalisme yang dikembangkan Ashadi Siregar, sangat berpatokan pada sisi legal-formal.

Dalam konteks seperti inilah sisi batin perempuan menjadi terabaikan atau bahkan memang tidak pernah terpikirkan sama sekali. Cara pandang legal-formal, tidak memungkinkan seorang jurnalis mengembangkan cakrawala pemikirannya untuk menggali soal-soal yang berkaitan dengan sisi kemanusiaan, tentang hidup manusia sehari-hari.

Saya memikirkan, akan benar-benar diperlukan dan tidak sekedar enak dibaca, manakala laporan ini memasuki wilayah kemanusiaan. Ranah yang akan mampu membuka ruang lebih lebar dari persoalan perempuan yang mengalami KTD dan hak-hak yang melingkupinya. Meletakkan KTD dalam spektrum sistem sosial yang lebih luas, dan karenanya akan menjangkau soal hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi perempuan.

Publik kemudian akan mendapatkan sesuatu yang memang benar-benar menjadi wacana alternatif. Tidak hanya sekedar mendiskusikan persoalan legal dan tidak legal, berapa banyak pundi-pundi yang bisa ditangguk para penyedia jasa tindakan aborsi, bagaimana gurita percaloan sebagai rantai pasar. Pendek kata, tidak terjebak dalam nalar 'ekonomi' dalam memandang fakta sosial 'aborsi' dan juga seperti apa yang telah dilakukan banyak media.

Begitulah, selain Tempo akan menjadi enak dibaca, tetapi juga memang diperlukan dalam proses pendidikan kritis masyarakat. Perannya menjadi lebih, tidak sekedar melanggengkan apa yang sudah menjadi pemahaman masyarakat. Lebih celaka lagi, hanya sekedar turut meramaikan bursa informasi 'aborsi', tetapi tanpa memberikan wacana yang berbeda dari berbagai informasi yang telah disajikan oleh media lainnya.

Jika tidak, kelak mungkin saja publik hanya menerima Tempo sebagai 'enak dibaca' dan 'tidak' perlu.***

 

[Administrator Web]

2
Arsip Essay
2
News Flash

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

Training Jurnalistik PKBI Cabang Bantul

Pada tanggal 10 Januari 2009, PKBI Cabang Bantul akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para pengelola Koran Desa sebagai salah satu media komunikasi kesehatan reproduksi dan seskual, dan menumbuhkan solidaritas gerakan sosial. Menurut Yanuar, Direktur Pelaksana Cabang PKBI Cabang Bantul, kegiatan ini selain sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas relawan, juga memiliki nilai strategis, karena efektif sebagai media pembelajaran bagi warga desa dalam menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka. "Pelatihan akan dipandu langsung oleh Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY," kata Yanuar

Workshop Ahli Pengembangan Training Center

Tanggal 10 Juni 2008, akan dilaksanakan Workshop Ahli Pengembangan Training Center PKBI DIY. Akan hadir dalam workshop ini para pakar pelatihan dan akademisi, seperti Roem Topatimasang, Lies Marcoes, Rondang Pasaribu dan Drs. Asri. Dengan hadirnya para pakar ini, diharapkan, akan bisa menghasilkan rumusan konsep pengembangan Training Center PKBI DIY. Menurut Mashooroel, Koordinator Program Pengembangan Media dan Pelatihan (PMP), melalui Training Center, PKBI akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai problem kesehatan reproduski dan seksual [hiv dan aids], yang nantinya akan mampu mendorong perubahan strategi pada level pelaksanaan program

http://.

http://.

http://.

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info