HIV Dan AIDS

hiv

Pengertian HIV DAN AIDS

Hiv merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, artinya virus yang melemahkan system kekebalan tubuh manusia ( melemahkan mekanisme alami pertahanan tubuh manusia terhadap penyakit dari luar)

Pada saat kekebalan tubuh kita mulai lemah, maka timbullah masalah kesehatan. Gejala yang umumnya timbul antara lain demam, batuk, atau diare yang terus – menerus. Kumpulan gejala penyakit akibat melemahnya system kekebalan tubuh inilah yang di sebut dengan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)

Walaupun begitu  tertularnya HIV ( atau menjadi HIV- positif) bukan berarti kita langsung jatuh sakit. Seseorang bisa hidup dengan HIV di tubuhnnya bertahun-tahun lamanya tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan yang serius. Lamanya  masa sehat ini sangat dipengaruhi oleh keinginan yang kuat dari kita sendiri dan bagaimana kita menjaga kesehatan dengan pola hidup yang sehat.

Penyebab HIV DAN AIDS

AIDS di sebabkan oleh sebuah virus yang di sebut HIV atau Human Immunodifiency Virus. Bila kita terinfeksi HIV, tubuh kita akan mencoba menyerang infeksi. Sistem kekebalan kita akan membuat ”antibodi”, molekul khusus yang menyerang HIV itu.

Sejarah HIV

Pada awal mulanya kasus HIV DAN AIDS di temukan di rumah sakit –rumah sakit dinegara Afrika  Sub- sahara pada akhir tahun 1970-an. Tetapi kasus AIDS pertama kali dilaporkan oleh Gottleib dan kawan-kawan di Los Angeles pada tanggal 5 Juni 1981.

Beberapa tahun kemudian CDC Amerika serikat yang mengamati kasus HIV dan AIDS melihat peningkatan kasus infeksi yang tidak lazim berupa Infeksi Oportunistik yang merusak sistem kekebalan tubuh. Semula para dokter tidak mengetahuii penyebab rusaknya kekebalan tadi. Sebelum infeksi oportunistik ini hanya dilaporkan terjadi pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya rusak oleh kanker atau oleh obat-obat penekan sistem kekebalan tubuh, misalnya : mereka yang menjalani pencangkokan organ tubuh. Kondisi ini kemudian di sebut dengan AIDS.

Sementara itu HIV ditemukan oleh DR. Luc Montagnier dkk dari institur Pasteur Perancis. Mereka berhasil mengisolasi virus penyebab AIDS. Kemudian pada juli 1994, DR Robert Gallo dari lembaga kanker Nasional menyatakan bahwa dia menemukan virus baru dari penderita AIDS yang di beri nama HTLV – III. Virus itu terus berkembang dengan nama HIV.

Cara Penularan HIV DAN AIDS

HIV hidup di semua cairan tubuh tetapi hanya bisa menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu :

  • Darah

  • Air Mani (Cairan, bukan Sperma)

  • Cairan Vagina

  • Air Susu Ibu ( ASI)

Kegiatan yang dapat menularkan HIV adalah :

  • Hubungan seks tanpa kondom

  • Jarum suntik / tindik / tato yang tidak steril dan dipakai bergantian

  • Peralatan dokter yang tidak steril, contohnya : peralatan dokter gigi

  • Mendapatkan transfusi darah yang mengandung HIV

  • Ibu HIV-positif ke bayinya: waktu dalam kandungan, ketika melahirkan atau melalui asi.

HIV Tidak menular melalui :

  • Bersentuhan

  • Berciuman, bersalaman dan berpelukan.

  • Peraltan makan dan minum

  • Kamar mandi

  • Kolam renang

  • Gigitan nyamuk

  • Tinggal serumah bersama orang dengan HIV DAN AIDS (ODHA)

  • Duduk bersama dalam satu ruangan tertutup

Fase / Tahapan HIV DAN AIDS

Bagi orang yang telah terinfeksi HIV ada kalanya tidak dapat dibedakan dengan orang yang sehat di  masyarakat. Mereka masih dapat melakukan aktifitas, badan terlihat sehat dan masih dapat bekerja dengan baik. Untuk sampai pada fase AIDS seseorang yang telah terinfeksi HIV akan melewati beberapa fase :

Fase pertama :

Ia akan terinfeksi HIV, ciri – ciri terinfeksi belum terlihat meskipun ia melakukan tes darah. Karena pada fase ini sistem antibodi  terhadap HIV belum terbentuk. Saat ini sudah dapat menulari orang lain. Masa ini di sebut dengan Window Period biasanya antara 1-6 bulan.

Fase Ke dua

Akan berlangsung lebih lama sekitar 2- 10  Tahun setelah terinfeksi HIV. Pada fase kedua ini orang tersebut sudah HIV positif dan belum menampakkan gejala sakit, tapi sudah dapat menularkan pada orang lain.

Fase ke tiga

Mulai muncul gejala-gejala awal penyakit yang disebut dengan penyakit yang terkait dengan HIV ( HIV Relaated Illness). Tahap ini belum dapat di sebut dengan gejala AIDS. Gejala – gejala yang berkaitan dengan infeksi HIV antara lain :

  1. keringatan berlebih pada waktu malam

  2. diare terus menerus

  3. pembengkakan kelenjar getah bening

  4. Flu tidak sembuh- sembuh

  5. Nafsu makan berkurang, dan lemah

  6. Berat badan terus berkurang.

Pada fase ke tiga sistem kekebalan tubuh mulai berkurang.

Fase ke empat.sudah masuk pada fase AIDS, AIDS baru dapat terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sangat berkurang di lihat dari jumlah sel – Tnya (di bawah 200/ mikro lt) dan timbulnya penyakit tertentu yang disebut dengan Infeksi Oportunistik yaitu :

  1. kanker, khususnya kanker kulit yang di sebut sarkoma kaposi.

  2. Infeksi paru-paru yang menyebabkan radang paru-paru dan kesulitan bernafas (TBC umumnya di derita oleh pengidap AIDS).

  3. Infeksi usus yang menyebabkan diare parah selama berminggu-minggu.

  4. Infeksi otak yang menyebabkan kekacauan mental, sakit kepala dan sariawan

Pada fase ini odha akan di periksa kembali dan diukur persentase sel darah putih yang belum terbunuh virus HIV. Sebenarnya seseorang yang terinfeksi HIV akan memasuki fase AIDS sangat tergantung pada gizi yang dia makan, dan obat-obatan yang memebantu proses pembentukan pertahanan tubh. Selama ini orang yang terinfeksi HIV akan meninggal karena penyakit yang menyerang tubuh sedangkan sistem kekebalan tubuh lemah sekali.

Pencegahan HIV DAN AIDS

Ada banyak cara untuk terhindar dari virus HIV. Kitatahu bahwa virus HIV adalah virus yang mempunyai kemampuan mencetak biru (retrovirus)pada anti bodi, yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga sulit sekali untuk dilakukan pengobatan. Jika virus HIV sudah masuk ke dalam tubuhh, maka ada potensi untuk menularkan pada orang lain.

Pencegahan menularnya HIV DAN AIDS dapat dengan cara antara lain:

  1. tidak melakukan hubungan seks sebelum nikah

  2. mencari informasi benar mengenai HIV dan AIDS

  3. menghindari penggunaan obat-obatan terlarang dan jarum suntik yang steril, tatto, tindik.

  4. bersikap setia kepada pasangan seksual

  5. menggunakan kondom saat hubungan seksual.

Mitos yang ada di Masyarakat :

  1. bahwa HIV DAN AIDS merupakan penyakit kutukan Tuhan

HIV dan AIDS bukan merupakan penyakit kutukan Tuhan, karena setiap orang bisa tertular , baik itu orang dewasa (laki-laki/ perempuan), remaja, anak-anak bahkan bayi  sekalipun.

  1. HIV dan AIDS merupakan penyakitnya kaum homoseksual.

HIV dan AIDS bukan merupakan penyakit yang di derita kaum homo seksual tetapi pada saat ini HIV dan AIDS justru paling banyak di derita oleh golongan heteroseksual.

  1. HIV DAN AIDS  dapat menular lewat kontak sosial sehari- hari

HIV DAN AIDS tidak dapat menular lewat kontak sosial seperti alat makan / minum , bersalaman, menggunakan WC umum bersama orang yang terinfeksi HIV dan AIDS.

Tes HIV / VCT

Tes HIV atau juga dapat di sebut dengan VCT ( Voluntary Counseling and Testing ), yaitu tes HIV yang dilakukan secara sukarela dan melalui proses konseling terlebih dahulu.

Sukarela, artinya keinginan untuk melakukan tes HIV harus datang dari kesadaran sendiri bukan karena paksaan dari orang lain. Ini juga berarti bahwa siapapun tidak boleh melakukan tes HIV terhadap orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan

Konseling HIV, adalah dialog/ konsultasi rahasia antara klien dengan konselor HIV. Konseling HIV ini dilakukan sebelum tes dan sesudah HIV. Konseling sebelum tes (pre Test) dilakukan untuk memberikan informasi yang lengkap tentang HIV dan AIDS, keuntungan dan kerugian VCT, menggali faktor – faktor resiko dan cara menguranginya sehingga klien mempunyai kesiapan untuk melakukan tes HIV.

Sedangkan Konseling Pasca Tes , itu tujuannya untuk mempersiapkan klien menghadapi hasil tes. Disini  di berikan penjelasan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan hasil tes, kemana dan apa yang harus dilakukan seandainya  hasil positif HIV atau negatif dengan segala konsekuensinya.

Tujuan VCT :

Umum : mempromosikan perubahan perilaku yang dapat mengurangi resiko penyebaran infeksi HIV

Khusus :  –  menurunkan jumlah ODHA

  • mempercepat diagnosa HIV

  • Meningkatkan Penggunaan layanan kesehatan dan mencegah infeksi lain.

  • Meningkatkan perilaku hidup sehat.

Siapa saja yang perlu VCT :

Siapa saja yang merasa sudah melakukan kegiatan yang berisiko terinfeksi HIV, yaitu :

  • berhubungan seksual tanpa kondom
  • mempunyai pasangan lebih dari satu

  • menggunakan narkoba suntik beramai- ramai

  • melakukan tato dengan jarum suntik tidak steril

Kapan sebaiknya melakukan VCT :

2 bulan setelah kita merasa melakukan kegiatan tersebut di atas. Kenapa 2 bulan? Karena masa inkubasi HIV umumnya 3 minggu sampa dengan 2 bulan.

Care  Suport and Treatment:

Pemberian perawatan  bagi  ODHA :

Odha sebaiknya merawat diri sendiri sebisa mungkin dan selama mungkin. Dia harus menjadi dan merasa mandiri. Odha perlu mengatur rencananya sendiri. Membuat keputusan  sendiri, dan melakukan apa yang diinginkan semampunya.  Dia harus mengembangkan program olah raganya sendiri dan membuat perencanaan makanan. Kita sebagai orang terdekat dalam hal ini keluarga hendaknya memberikan suport atau dorongan kepada odha, dan jangan justru di kucilkan.

Ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk membantu Odha merasa nyaman di rumah :

  • menghormati kemandirian dan kebebasan pribadinya.

  • Membiarkan dia mengatur segala sesuatu yang dia bisa. Mintalah izin untuk masuk ke ruangannya, atau untuk duduk bersamanya. Dan sebagainya. Perkataan “ boleh saya bantu?” membiarkan dia tetap memegang kendali.

  • Menanyakan apa yang dapat kita lakukan untuk membuatnya nyaman.

  • Menjaga rumah tetap bersih  dann kelihatan bercahaya dan menyenangkan

  • Menempatkan  kamar odha dekat kamar mandi.

Selain memberikan kenyamanan odha di rumah, kita juga perlu  memberikan dukungan emosional karena tidak hanya tubuh yang perlu dirawat tapi  perasaan juga perlu dijaga . Tiap orang berbeda  dan juga jangan perlakukan odha seperti orang sakit. Sering ajak ngobrol . kemudian juga odha juga tetap perlu mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Dan kita sebagai keluarga dapat memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS ke masyarakat dan odha itu tidak perlu di takuti dan dikucilkan. Memang odha juga tetap memerlukan asupan makanan yang bergizi.

Sekarang ini ada obat yang dapat menekan jumlah HIV, virus penyebab AIDS, di tubuh kita. Dengan pengobatan ini di harapkan HIV tidak dapat ditemukan lagi di dalam darah kita, walaupun masih ada virus di tempat persembunyian lain di tubuh kita.  Tetapi agar menjadi paling efektif kita harus memakai sedikitnya tiga obat sekaligus, yang di disebut sebagai kombinasi tiga obat. Kombinasi obat ini dikenal sebagai terapi Antiretroviral atau ART. Terapi ini harus  dipakai terus menerus agar tetap efektif.

Ada beberapa manfaat dari terapi  atau pemakaian ART, antara lain:

  1. menghambat perjalanan penyakit HIV

    • untuk orang yang belum mempunyai gejala AIDS, ART akan mengurangi kemungkinan menjadi sakit.

    • Untuk orang yang dengan gejala AIDS, memakai ART biasanya mengurangi atau menghilangkan gejala tersebut. ART juga mengurangi kemungkinan gejala tersebut timbul di masa depan

  2. meningkatkan jumlah CD 4

  3. Mengurangi Jumlah virus dalam darah

  4. merasa lebih baik.

 

18 thoughts on “HIV Dan AIDS

  1. sy ingin melakukan tes hiv, tpi sy bgung mau tesnya dmana? trus prosedurnya gimana?
    tolong responnya..
    tolong balas di email sy

  2. Untuk program hamil bgi istri +H dan suami – H , cd 4 istri sllu diatas 1000, apakah butuh ART? Dokter spog yg pro kehamilan dan asi bagi odha dmn ya? Terimakasih

    1. Kami sarankan untuk ke klinik Edelwise Sardjito karena disana juga ada dokter kandungan dan sudah pro juga dengan Odha. Terimakasih

    1. Apabila ingin melakukan tes VCT bisa di Klinik Griya Lentera Jl. Tentara Rakyat Mataram JT 1/705 Kota Yogyakarta Hotline: 0896-3826-7212 Telp: +62 (274) – 586767 pada hari Selasa dan Jumat, disarankan untuk melakukan janjian terlebih dahulu. Semoga membantu Terimakasih

      1. Mau nanya, di PKBI test HIV sudah bisa menggunakan metode NAT belum? Krn saya test menggunakan ellisa hasilnya non reactive 0.06 namun masih dalam masa jendela 1 bln stlh berhubungan berresiko

        1. Di pkbi menggunakan rapid test. Jika menghendaki tes utk mengetahui virus dalam jangka periode jendela bisa menggunakan tes viral load dimana tes tsb menghitung jumlah virus dlm tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *