Welcome

Perkembangan Psikososial Remaja Pertengahan ( 15 – 16 Tahun )

Perkembangan remajaa
TAHAP PERKEMBANGAN

  1. Lebih mampu untuk berkompromi.
  2. Belajar berpikir secara independen dan membuat keputusan sendiri.
  3. Terus menerus bereksperimen untuk mendapatkan citra diri yang dirasakan nyaman bagi mareka.
  4. Merasa perlu mengumpulkan pengalaman baru, mengujinya walaupun berisiko.
  5. Tidak lagi terfokus pada diri sendiri.
  6. Membangun nilai/norma dan mengembangkan moralitas.
  7. Mulai membutuhkan lebih banyak teman dan rasa setia kawan.
  8. Mulai membina hubungan dengan lawan jenis (atau sesama jenis).
  9. Intelektual lebih berkembang dan igni tahu tentang banyak hal. Mampu berpikir secara abstrak, mulai berurusan dengan hipotesa.
  10. Berkembangnya ketrampilan intelektual khusus misalnya, kemampuan matematika, bahasa dan ilmu pengetahuan lainnya.
  11. Mengembangkan minat yang besar dalam bidang seni dan olah raga seperti musik, seni lukis, tari, basket dan lain-lain.
  12. Senang bertualangan, ingin berpegian secara mandiri mengikuti kegiatan seperti memanjat tebing, naik gunung dan lain-lain Lebih tenang, sabar dan lebih toleransi.

DAMPAK TERHADAP REMAJA

  1. Dapat menerima pendapat orang lain, meskipun berbeda dengan pendapatnya sendiri.
  2. Menolak campur tangan orang tua untuk mengendalikannya, kurang dapat dipengaruhi dan teman tidak lagi berpengaruh besar.
  3. Baju, gaya rambut, sikap dan pendapat mereka sering berubah-ubah.
  4. Mulai bereksperiman dengan rokok, alkohol dan kadang-kadang Napza.
  5. Lebih bersosialisasi dan tidak lagi pemalu.
  6. Mempertanyakan ide dan nilai/ norma yang diterima dari keluarga.
  7. Ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan teman dari pada dengan keluarga.
  8. Mulai berpacaran, tapi hubungan belum serius.
  9. Mulai mempertanyakan sesuatu yang sebelumnya tak berkesan. Ingin mengikuti diskusi atau debat.
  10. Mungkin tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan ini.
  11. Mungkin mengabaikan pekerjaan sekolah karena adanya minat yang baru ini.
  12. Remaja merasa dirinya mampu sehingga mereka tidak mengikuti upaya penyelamatan diri yang dianjurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *