Welcome

Membangun Puskesmas PKPR Bersama Remaja

WP_20140129_002

Dinas Kesehatan Provinsi DIY menyebutkan Provinsi DIY menempati urutan ke-17 untuk kasus HIV. Selain HIV, remaja DIY juga menghadapi kasus Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan kekerasan yang disinyalir mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan Manager Program Youth Center PKBI DIY, Gama Triono, pada pertemuan jaringan Puskesmas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang diadakan di Resto Banyu Mili, Rabu (29/1).

Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) adalah program yang mendorong puskesmas-puskesmas di seluruh Indonesia untuk memberikan layanan ramah remaja yang mudah diakses, adil, dapat diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien.

“Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan akses remaja ragam identitas serta mendorong agar puskesmas dan klinik menyediakan layanan kesehatan seksual dan reproduksi,” kata Gama.

dr.Riska Novriani, Kepala Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta mengungkapkan terdapat kenaikan angka KTD dari 4 kasus pada 2012 menjadi 40 kasus pada 2013. Hal ini menguatkan alasan agar puskesmas membuka diri untuk akses layanan kesehatan seksual dan reprodusi bagi remaja.

Praktiknya, dari 121 Puskesmas yang ada di DIY, baru 64 yang menjalankan program PKPR. Kabupaten Sleman adalah satu-satunya daerah yang telah menjalankan program PKPR di seluruh Puskesmas yang ada di daerahnya, 25 Puskesmas. Sedangkan di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta masing-masing 10 Puskesmas dan Kabupaten Kulon Progo sebanyak 9 Puskesmas. “Saya berharap jaringan ini bisa menghidupkan kembali gairah program PKPR yang selama ini kurang menjadi priotas,” kata Anastasia Endar Widyaningsing dari Puskesmas Sanden, Bantul.

Desi, perwakilan remaja dari Youth Forum DIY, mengatakan selama ini belum banyak remaja yang mengetahui informasi mengenai layanan kesehatan ramah remaja. Dirinya berharap pelayanan remaja yang sekarang sudah ada agar lebih bisa menyesuaikan kebutuhan dan keinginan remaja seperti tidak lagi stigmatis, diskriminatif, dan dapat menjaga kerahasiaan pasien serta dapat menyesuaikan jam pelayanan, yaitu ketika jam pulang sekolah sampai sore. “Jika puskesmas berkomitmen, Youth Forum siap menjadi mitra puskesmas PKPR dengan membantu mempromosikan adanya layanan ramah remaja,” kata Desi. (Fita Purwantari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *