Welcome

Pendekatan Berdasarkan Perkembangan Remaja

Perkembanga Remaja

Pendekatan Perkembangan didasarkan pada wilayah dan masalah yang berbeda, di mana remajaakan tumbuh dan mengembangkan diri menjadi orang dewasa dan warga negara yang mempunyai otonomi dan bertanggung jawab.

  1. Mengembangkan kompetensi artinya membantu remajauntuk mengkombinasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka dengan karakteristik pribadi dalam mendapatkan kebutuhannya, yang dibutuhkan dalam konteks sosial dan budaya.
  2. Mengembangkan otonomi artinya remaja mulai mengembangkan berpikir konkret dan belajar untuk berbeda satu sama lain dan bertanggung jawab; proses ini merupakan bagian dari berkembang menuju penentuan diri sendiri dan belajar memutuskan serta melakukan kegiatan tanpa menanyakan ijin dari badan yang mengontrol, misalnya orang tua.
  3. Mengembangkan nilai-nilai artinya mendefinisikan keyakinan dan standar pribadi sebagai prinsip untuk menentukan apa itu hak, baik dan benar akan membantu menyusun tujuan umum seseorang untuk mengambil keputusan dalam hidupnya, termasuk seksualitas
  4. Identitas artinya membangun rasa yang kuat mengenai diri sendiri, kumpulan dari karakteristik yang pasti dan dikenal sebagai ‘saya’, mewakili keunikan pribadi dan kepribadian tertentu serta dapat dibentuk dengan menggali, mengalami dan mencoba norma, nilai dan batasan pribadi.
  5. Seksualitas dan saya: artinya remaja belajar untuk menjadikan seksualitasnya seimbang dengan identitas mereka, misalnya bagaimana untuk mengatasi kesenangan seksual, ketertarikan, keintiman, perasaan dan pengalaman erotis sebagaimana halnya nilai-nilai pribadi dan batasan yang mereka miliki dalam seksualitasnya, bagaimana untuk interaksi dengan teman sebaya, sahabat,  pasangan dan peran gender serta standar sosial mana yang bermanfaat bagi mereka dalam kaitannya dengan sikap, ekspresi seksual dan perilaku seksual. Mengembangkan persahabatan: karena remaja mulai mengembangkan otonomi, kurang bergantung pada keluarganya dan lebih dekat pada teman sebayanya, mereka butuh persahabatan sebagai kerangka rujukan untuk mengembangkan nilai sendiri dan gaya hidup sendiri dan hubungan yang aman, di mana ide, pengalaman dan masalah dapat dibagi dan didiskusikan.
  6. Cinta dan hubungan: remaja mungkin mengalami hubungan cinta pertama mereka, di mana mereka juga menjalin persahabatan dengan lawan jenis tanpa konotasi cinta atau seks; mereka juga harus memutuskan bagaimana mengatasi kedekatan yang kuat terhadap orang lain termasuk obsesi, apa artinya untuk hubungan ini, bagaimana untuk mengatasi seksualitas dan bagaimana untuk mengatasi harapan dari lingkungan mengenai hubungan cinta, tekanan, paksaan dan hadiah untuk membayar hubungan seks.
  7. Kerja dan tidak kerja: remaja harus memutuskan karir profesional mereka dan apa artinya bagi sekolah bertahun-tahun.
  8. Terlibat dalam masyarakat: remaja butuh menciptakan posisi aman dalam masyarakat termasuk keputusan bagaimana untuk menghadapi harapan masyarakat, standar sosial dan praktik peran gender, sikap dan perilaku yang berkaitan dengan seksualitas, cinta, hubungan dan pernikahan.
  9. Waktu luang: remaja butuh mengambil keputusan sendiri mengenai bagaimana menikmati waktu luang mereka yang memperkuat kualitas hidup mereka, termasuk pencegahan masalah seksual, mengatasi tekanan teman sebaya dan pengaruh media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *