Welcome

Menolak Beasiswa Industri Rokok

Konsistensi, bukanlah sikap yang mudah
untuk sungguh-sungguh ditegakkan. Kita patut acung jempol terhadap
kebijakan yang diambil Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro, Semarang. Fakultas ini menolak semua dana bantuan atau
sumbangan dari industri rokok, untuk beasiswa mahasiswa, dosen dan
untuk sponsor semua kegiatan di kampus itu. Tinuk Istiarti, Dekan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, sebagaimana
direlease Koran Tempo (28/3), mulai tahun ajaran 2009, menolak semua
sumbangan yang diberikan pabrik rokok.

Panti Rehabilitasi untuk Terpidana Pengguna Narkoba

Ada sedikit menggembirakan dan bisa
dipandang sebagai kemajuan terhadap respon pidana yang dijatuhkan
kepada para pengguna narkoba. Sebagaimana dirilis, detiknews (20/3),
Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada
para hakim, setelah menjatuhkan vonis kepada pengguna narkoba, mereka
sebaiknya ditempatkan di panti rehabilitasi. . Mereka sebaiknya
setelah mendapat vonis, ditempatkan di panti rehabilitasi.

Memastikan Relasi Politik Gerakan Perempuan

Momentum Hari Perempuan Internasional
2009, dijadikan pijak bergerak bagi aktivis gerakan perempuan di
Indonesia untuk melakukan dukungan secara massal terhadap proses
pencalonan perempuan menjadi anggota parlemen dalam Pemilihan Umum
2009 mendatang. Tentu saja ini menarik untuk diikuti, karena
menunjukkan babak baru dukungan organisasi masyarakat sipil di
Indonesia dalam proses politik secara langsung. Sebuah sikap yang
selama ini cukup sulit diambil karena hitung-hitungan politik yang
rumit berkait dengan pertaruhan nama lembaga dan catatan-catatan
jejak organisasi secara politis.

Faisal Basri Perlu Diluruskan

Faisal Basri, ekonom kondang itu,
mendukung Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, terkait dengan gagasannya
tentang penghapusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg
PP). Sebagaimana dikutip DetikNews (27/2). Fasisal Basri,
memperkirakan, jika kementerian ini tidak dihapus, dalam 20 tahun ke
depan perceraian akan naik 20 kali lipat, anak-anak single parent akan naik 40 kali lipat, dan anak-anak tanpa ayah akan naik 10
kali lipat.

Ponari

Ponari, bocah kecil usia 11 tahun itu,
tiba-tiba begitu kondang. Pasalnya, batu yang ia temukan, sesaat
setelah petir menyambar, konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Ponari, si bocah pelajar SD itu pun, tak lagi bisa belajar. Ribuan
orang berbondong-bondong meminta air berkah yang sudah dicelupi batu
temuan itu. Media menyiarkan dengan besar-besaran. Sebuah penberbit
buku di Jawa Timur, memanfaatkannya, dengan meluncurkan sebuah buku
tentang Ponari. Bahannya, rajutan dari berbagai berita di media.
Semacam Kliping yang dibesut, sedemikian rupa.

Indonesia Perlu Strategi Kebudayaan dalam Penanggulangan AIDS

Indonesia mendapatkan dukungan dana sekitar US $ 130 juta dari Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria. Sebenarnya dana ini tidaklah terlalu besar, manakala dibandingkan dengan persoalan-persoalan yang membelit bangsa ini berkaitan dengan AIDS. Apalagi jika dilakukan perhitungan anggaran yang akan diperuntukkan bagi 12 provinsi yang dinilai cukup menonjol prevalensinya sebagai wilayah target program, dengan memfokuskan pada kelompok yang terpinggirkan, pekerja seks komersial, pengguna narkoba suntik dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Banjir

Penyakit kulit, diare, desentri, akan
segera akrab bagi mereka yang ada di tengah-tengah peristiwa banjir.
Tidak harus dibedakan, mereka yang tetap bertahan di dalam rumah
maupun yang terpaksa harus mengungsi, menghuni barak-barak
pengungsian. Semua akana mengalami akibat yang sama, ancaman berbagai
penyakit akan terus mengintai, dalam keseharian mereka. Tragedi
lainnya akan segera menyusul, berbagai tindakan kekerasan seksual
akan segera terjadi, seperti juga pada saat bencana gempa dan tsunami
di Nanggroe Aceh Daarussalam (NAD) dan gempa bumi di Yogyakarta dan
Jawa Tengah bagian selatan.