Welcome

Keyakinan Institusional Jadikan Kiblat Gerakan

Kembali keyakinan institusional PKBI DIY diperkenalkan.  Sudah saatnya lembaga swadaya masyarakat ( LSM) meyakini , persoalan kesehatan reproduksi, HIV dan AIDS merupakan persoalan relasi kuasa, dan bukan persoalan perilaku individu maupun masalah klinis semata. Pengalaman lembaga selama ini memberikan pembelajaran, posisi LSM hanyalah sebagai mediator yang memfasilitasi penyelesaian persoalan yang dialami komunitas dengan pemerintah, sebagai aktor penyelenggara negara. Keyakinan lembaga untuk memandang komunitas tak lagi sebagai objek, telah menempatkannya sebagai aktor sekaligus subjek dalam gerakan menuju perubahan, Jelas Maezur zacky, Dirpelda PKBI DIY saat menerima rombongan tamu dari Unsula, siang kemarin di aula PKBI DIY, 20/05.

Abrosi dalam Bingkai Jurnalisme Legal-Formal

Bertahun sudah saya membaca Tempo.
Bahkan, ketika saya mengikuti tes calon reporter majalah kampus di
Yogyakarta, dan ditanya majalah apa yang paling sering dibaca, saya
menjawab Tempo. Tetapi saya benar-benar merasakan bagaimana jargon
Tempo, ‘enak dibaca’, baru kali ini, saat membaca tulisan rubrik
investigasi (Edisi 11-17 Mei 2009). Sebuah laporan mengenai aborsi,
prosesi yang begitu sulit untuk diambil keputusannya, tetapi begitu
enak diceritakan. Begitu nyaman. Bisa dibaca sambil bergelak tawa, di
sela-sela minum kopi dan disambi menonton televisi.

Seks? Auk ah elap..

Temen-temen remaja mungkin sering ngomong seperti itu, ketika temen–temen sedang membicarakan masalah seksualitas dengan teman sendiri, saudara, ataupun orang tua sendiri. Sebenarnya hal ini sangat penting dan baik bagi perkembangan kita (maksudnya
penting dalam arti untuk informasi dan pedoman). Selain itu berbagi masalah (tukar pikiran, ngobrol dll) seputar seks itu juga dapat membantu temen-temen remaja ketika temen-temen memiliki keluhan dengan seksualitasnya, kurang mengerti seputar seksualitas, bahkan ingin tahu caranya agar temen-temen menghindarkan diri agar tidak tertular Infeksi Menular Seks (IMS) dan sebagainya. Nah, dengan terbuka dengan orang lain, tentu orang tersebut dapat (sebisa mungkin) mencarikan solusi ataupun jalan keluar terbaik atas masalah temen-temen tersebut.

Siapa sich Remaja itu?

Banyak orang yang bilang usia remaja itu adalah usia yang paling menghebohkan dibanding usia-usia lainnya. Ada yang bilang masa remaja sebagai masa pemberontakan, masa pancaroba, dan seterusnya. Banyak orang tua mulai khawatir saat anak-anaknya memasuki usia remaja, seolah citra yang melekat pada remaja ini adalah keras kepala, tidak mau diatur, dan susah diajak bicara. Tapi ada juga lho yang bilang kalau justru masa remaja inilah masa-masa produktif. Memang masa remaja ini adalah masa yang paling penting. Secara fisik dan psikis remaja berada dalam masa perkembangan paling cepat dibanding lainnya.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Usia remaja adalah usia yang kritis. Secara biologis alat reproduksi remaja sudah mencapai kematangan (sudah mengalami mimpi basah untuk laki-laki dan sudah menstruasi untuk perempuan). Artinya mereka sudah mampu aktif secara seksual. Tetapi norma-norma sosial dan agama membatasi aktualisasi potensi itu sampai masuk ke jenjang pernikahan. Masa ini masa yang potensial tetapi terlarang melakukan aktualisasi potensi
seksual tersebut seiring dengan makin dininya awal kematangan alat reproduksi (dibawah lima belas tahun) dan naiknya rata-rata usia pernikahan pertama (di atas 20 tahun). Mereka dituntut untuk mengendalikan dorongan seksualnya selama masa tersebut. Pengendalian seperti ini memang sangat diperlukan. Dari sudut pandang agama, pengendalian seperti ini dimaknai sebagai wujud ketakwaan pada Tuhan. Sementara dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pra-nikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan infeksi menular seksual dan kehamilan tidak dikehendaki.

KIMCIL: Ketika Bunga Layu Sebelum Berkembang

“Cie,
kamu mau cari Kimcil ya?”… Itulah pertama kalinya aku dengar kata ’kimcil’.
Sempet aku berfikir kalau  ‘kimcil’’
itu sejenis masakan Korea yang dibikin dari sawi yang
difermentasikan..Ha…ha…,yupp…aku kira ‘kimcil’’ itu ‘Kimci’… tapi
ternyata perkiraanku itu justru jadi bahan ketawaan orang.